Sabtu, 29 Januari 2011

Sigellosis

DEFINISI
Shigella adalah penyakit yang ditularkan melalui makanan atau air. Organisme Shigella menyebabkan disentri basiler dan menghasilkan respons inflamasi pada kolon melalui enterotoksin dan invasi bakteri. Diare berlangsung selama kurang lebih 2 pekan dengan frekuensi diare dapat mencapai lebih dari 8X dalam sehari.

PATOFISIOLOGI
Kuman Shigella menginvasi sel epitel mukosa usus. Di dalam sel terjadi multiplikasi di ileum terminalis/kolon, terutama kolon distal dan menyebar ke sel epitel sekitarnya. Kuman Shigella juga memproduksi toksin shiga yang menimbulkan kerusakan sel karena terjadi infiltrasi sel radang sehingga sel epitel mukosa nekrosis. Akibatnya timbul ulkus-ulkus kecil, eritrosit dan plasma keluar ke lumen usus, menyebabkan tinja bercampur dengan darah. Proses patologis ini akan menimbulkan gejala sistemik seperti demam, nyeri perut, rasa lemah, dan gejala disentri.

GEJALA KLINIS
Masa inkubasi antara beberapa jam sampai 8 hari, gejala seperti infeksi umum yaitu kelemahan umum (rewel, perasaan mengantuk, hilangnya nafsu makan, mual dan muntah) yang disertai demam, kemudian  diare yang mengandung lendir dan darah ,(tenesmus ) nyeri perut dan kembung dan nyeri pada saat buang air besar. Bila penyakit menjadi berat disertai tanda septisemia yaitu panas tinggi dan kesadaran menurun. Kadang dalam masa akut disertai dengan perangsangan meningeal seperti kaku kuduk. Bila menjadi kronis suhu tubuh menurun (subfebris) disertai tinja yg bercampur darah dan lendir. Pada orang dewasa awalnya tidak terjadi demam dan pada mulanya tinja sering tidak berdarah dan tidak berlendir. Gejalanya dimulai dengan nyeri perut, rasa ingin buang air besar dan pengeluaran tinja yang padat, yang kadang mengurangi rasa nyeri namun episode ini berulang, lebih sering dan lebih berat.  Terjadi diare hebat dan tinja menjadi lunak atau cair disertai lendir, nanah dan darah.  Kadang penyakit dimulai secara tiba-tiba dengan tinja yang jernih atau putih, kadang dimulai dengan tinja berdarah. Sering disertai muntah muntah dan bisa menyebabkan dehidrasi. Pada kasus yang lebih parah menetap selama 3 – 4 minggu, Shigellosis kronis dapat menyerupai kolitis ulseratif, dan status karier kronis dapat terjadi. Pada pemeriksaan fisik didapati mata cekung , mulut kering,  turgor kulit menurun, nyeri  tekan pada titik Mc.Burney (-), bising usus meningkat.

DIAGNOSIS
Penegakan diagnosis dengan
anamnesa dan pemeriksaan tinja secara langsung terhadap kuman serta biakan hapusan. Lalu spesimen dari tinja ditanam di atas media diferensial dan media selektif untuk menemukan kuman shigella. Pulasan cairan feses menunjukkan polimorfonuklear dan sel darah merah. Kultur feses dapat digunakan untuk isolasi, identifikasi dan sensitivitas antibiotik.

DIAGNOSA BANDING 
  1. Disentri Amebiasis
  2. Salmonelosis
  3. Sindrom diare karena enterotoksin E. Coli
  4. Kolera
PENATALAKSANAAN
  1. Mengatasi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, terapi dengan rehidrasi yang adekuat secara oral atau intravena, tergantung dari keparahan penyakit.
  2. Antibiotik, golongan kuinolon dan sefalosporin.
  3. Pengobatan simtomatik, derivat opiat yang dapat menghambat motilitas usus harus dihindari, karena dapat mengurangi eliminasi bakteri dan memprovokasi terjadinya megakolon toksik.
  4. Terapi antimikroba diberikan untuk mempersingkat berlangsungnya penyakit dan penyebaran bakteri. Trimetoprim-sulfametoksazole atau fluoroquinolon dua kali sehari selama 3 hari merupakan antibiotik yang dianjurkan.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Bagi yang mau komentar dipersilahkan..