Soto Kudus Cocok untuk Makan Siang

Soto Kudus adalah soto yang berasal dari Kudus. Soto Kudus terdapat dua jenis soto ayam dan soto kerbau. Soto Kudus cenderung berasa manis dan sedikit lebih encer.

Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara

Jepara bukan hanya kota dengan kerajinan ukirnya atau dengan ikon pahlawan R. A. Kartini tetapi kota ini juga menyimpan keindahan pantainya, salah satunya yaitu pantai Tirta Samudra atau biasa disebut pantai Bandengan (sekitar 7 km di utara pusat kota Jepara) Kabupaten Jepara Jawa Tengah Indonesia.

Tips Memperbaiki Tidur yang Nyaman

Waktu tidur yang cukup sangat diperlukan agar tubuh punya waktu untuk melakukan recovery sehingga punya kekuatan untuk menjalankan aktivitas seharian keesokan harinya.

Just Remind

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

4 Sehat 5 Sempurna dulu, Kini PGS Sebagai Penggantinya

Indonesia kini resmi menggunakan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) untuk menyiapkan pola hidup sehat masyarakat Indonesia dalam menghadapi 'beban ganda masalah gizi', yaitu ketika kekurangan dan kelebihan gizi terjadi secara bersama.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 April 2012

Kenapa Pada Tikungan Jalan Dibuat Miring ke Dalam?

Pernahkah anda memperhatikan kalau jalan raya yang anda lalui sebenarnya miring tiap kali ada tikungan? kalau anda tidak percaya coba perhatikan dengan seksama ketika anda melewatinya. Pasti anda pernah melihat balap mobil dunia yang sirkuitnya dibuat miring dan jika kita berada di dalam mobil ketika tiba-tiba melewati tikungan badan kita akan terasa terlempar ke arah yang berlawanan dari arah mobil belok. Pernah mendengar kecelakaan sebuah truk yang terguling di belokan? Pasti anda bertanya-tanya dengan fenomena di atas. Why and how?

Saat kita SMA silam pasti kita ingat pernah belajar pelajaran fisika. Well, itu semua karena pada saat kendaraan melaju dan melewati tikungan mempunyai gaya sentrifugal. Apa itu gaya sentrifugal? yaitu gaya yang mendorong ke arah luar lingkaran. Secara tidak sadar pada saat menikung kita membuat gerak melingkar dan saat kita menikung ada gaya sentrifugal yang akan memaksa kendaraan untuk melaju ke arah lurus sehingga seakan-akan kita terdorong keluar dari lingkaran atau tikungan. Coba anda perhatikan gambar di bawah ini!.

Kemiringan pada tikungan berguna untuk menahan atau mengurangi gaya sentrifugal tersebut sehinga kendaraan tidak akan terlempar keluar jalan. Apa jadinya jika sebuah tikungan tidak dibuat miring, pasti akan banyak hal yang tidak diinginkan.

Seorang pembuat jalan harus jeli dalam membangun sebuah jalan, apakah jalan yang dibuat termasuk jalur cepat atau jalur lambat untuk kendaraan, karena akan menentukan tingkat kemiringan sebuah tikugan jalan. Jika jalur cepat maka kemirinan akan dibuat lebih tinggi dan lebih luas karena walaupun sudah dibuat miring jika kecepatan sangat tinggi masih ada gaya sentrifugal yang tersisa sehingga jalan dibuat lebih luas. Dan sebaliknya jika jalan yang dibuat merupakan jalur lambat tingkat kemiringannya pun disesuaikan. 

Kita sebagai pengemudi harus berhati-hati ketika akan melewati jalan menikung, lihat kemiringan tikungan itu apakah tinggi atau tidak, apalagi jika tidak ada kemiringan yang pas tetapi anda tetap melaju dengan kecepatan tinggi bisa-bisa kendaraan anda terlempar bahkan terguling.

Jumat, 16 Maret 2012

Tips Menghilangkan Kebiasaan Mencontek

Nyontek, satu kata yang tidak asing bagi semua orang, walaupun satu kata tapi efeknya mas bro, kecanduan dan menanamkan mental pengecut, aseeekk serius amat ya?? Bagi yang sudah kebiasaan hal ini pasti sulit untuk ditinggalkan tapi apakah mau merasa diri anda selalu dikatakan tidak pintar oleh diri sendiri? gak kan?

Kegiatan ini memang mengasikkan, bayangkan saja, tidak perlu belajar, gratis, makin akrab sesama teman, kalo menyontek buku ya sudah pasti bukunya jadi kebuka yang selama ini jarang dibuka. Hmmm... "Paling" kalau ketahuan diambil kertas ujiannya, dikurangi nilainya, disuruh keluar dari ruangan, tidak lulus atau bahkan dikeluarin dari sekolah (dikeluarin kok paling).  

parasit, itu hukuman bagi kamu yang suka mencontek. Memang kamu benalu yang sukanya ngikut orang lain dan merugikannya? Eits, jangan sampe cuy,, Ibu kamu capek-capek mengandung dan melahirkan, masa setelah diluar dicap sebagai benalu ckcckckck... nangis si ibu kalo tau.

Maka dari itu, yuk, berhenti mencontek. Ada tips dari saya mudah-mudahan berguna, dan menghindarkan kebiasaan buruk bagi orang-orang yang belum diberi petunjuk oleh Tuhan, Amiin.

Caranya :
  1. Belajar, itu mutlak harus dilakukan. Ingat! jangan belajar pas saat mau ujian, "ketinggalan kereta" nantinya, nati ujung-ujungnya nyontek lagi kalau belajarnya nanggungbegitu.
  2. Rajin beribadah seperti sholat, berdoa dan kegiatan-kegiatan yang bisa mengingatkan kamu bahwa ada Tuhan yang selalu menjawab usaha para hambanya. Selalalu belajar bersyukur atas usah yang kita kerjakan.
  3. Jika tidak bisa mengurangi kebiasaan, mulailah sedikit demi sedikit dan lama-lama akan menjadi hilang sama sekali.
  4. Usahakan jangan duduk dengan teman yang lebih pandai, kurang lebih 80 % akan menarik perhatian kamu untuk menyontek.
  5. Ingatlah kedua orang tua saat mengerjakan ujian yang memliki harapan besar pada kamu. Pasti jadi terharu dan akhirnya mengurungkan niatmu untuk mencontek.
  6. Jauhkan benda-benda yang dapan memediasi kamu untuk menyontek seperti buku, tempat pensil yang berisi contekan, hand phone, dan yang lainnya.
  7. Bayangkan guru kamu yang killer saat mengerjakan soal, walaupun yan mengawas saat itu adalah guru yang bukan killer.
Usaha diatas akan menumbuhkan rasa percaya diri kamu dan akhirnya menghindarkan dari perbuatan tercela tersebut.

Semoga bermanfaat bagi kamu semua, mulailah dengan hidup teratur dan bebas dari duplikasi dan imitasi. Selamat mengubah diri . . . . . :)

Jumat, 17 Februari 2012

Disleksia ( Dyslexia ) : Tolonglah Mereka!

Pengantar
Pernahkah anda menonton film Bollywood (India) yang berjudul Taare Zameen Par (Star on Earth)? Ya, film yang diluncurkan Desember 2007 dan di produksi oleh Amir Khan Production yang juga dibintangi oleh Amir Khan sendiri ini menceritakan seorang anak yang menderita dyslexia. Dalam film tersebut diceritakan bahwa Ishaan seorang anak yang sulit dalam mengikuti pelajaran di kelas, usia delapan tahun atau kelas 3 SD belum dapat membaca, berhitung dan dianggap sering membuat masalah, tetapi mempunyai bakat yang luar biasa dalam bidang seni melukis. Hingga ayahnya mengambil keputusan untuk memindahkan Ishaan ke sekolah yang berasrama dan mempunyai disiplin ketat. Tetapi apa daya guru-guru yang ada menganggap bahwa sang anak tidak bisa mengikuti pelajaren dan mereka tidak sanggup menanganinya. Sehingga datanglah seorang guru kesenian Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan) menyelamatkan dan membimbing Ishaan, dan akhirnya Ishaan berhasil menunjukkan bakatnya.

Cerita di atas adalah sepenggal cerita film yang mengisahkan tentang anak-aak dengan dyslexia. Berikut ini akan dipaparkan yang lebih mendalam tentang kelainan ini. 

Pengertian 
Dyslexia adalah suatu masalah kesulitan belajar khusus. Dyslexia mempengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar, mengolah, dan mengerti suatu informasi dengan baik. Secara khusus, hal ini menyebabkan masalah dalam membaca dan menulis karena seseorang dengan problem dyslexia mempunyai kesulitan mengenali dan mengartikan suatu kata, mengerti isi suatu bacaan, dan mengenali bunyi. Tentunya ini menghambat kemampuan seorang anak untuk belajar membaca, perlu diingat keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa. Dyslexia mempengaruhi 15-20% dari populasi, dan terjadi pada laki-laki dua kali lebih banyak dari pada perempuan.  

Anak- anak yang menderita dyslexia membaca dengan lambat dan kesulitan dan mereka mengubah, menghilangkan atau mengganti kata- kata ketika membaca dengan keras. Meraka memiliki kesulitan menguraikan huruf- huruf dan kombinasinya serta mengalami kesulitan menerjemah kannya menjadi suara yang tepat. Anak- anak penderita dyslexia mungkin saja sangat berbakat dalam banyak bidang tetapi harus berjuang keras untuk dapat membaca dan menulis. Adakalanya terkait masalah- masalah seperti: kesulitan koordinasi, bingung membedakan kri dan kanan, clumsiness, dll. 

Sang anak  mungkin akan menghadapi masaah di sekolah seperti tertinggal pelajaran atau mendapat perlakuan yang dianggap sebagai anak yang bodoh di lingkungan sekolah bahkan keluarganya sendiri.

Penyebab
Dyslexia timbul akibat kelainan pada saraf pusat yaitu pada otak tepatnya pada hubungan antar daerah yang mengatur penglihatan dan bahasa yaitu daerah broca dan wernicke. Penyebab secara umum bisa jadi dari genetika, namun penyebab lain yang tidak umum adalah cedera pada kepala atau trauma. Beberapa anak dyslexia ternyata memproses informasi menggunakan area yang berbeda pada otak dibanding anak-anak tanpa kesulitan belajar. Walaupun begitu, ini bukan merupakan karakteristik pada semua anak dyslexia. Beberapa type dyslexia bisa menunjukkan perbaikan sejalan bertambahnya usia anak.

Karakteristik atau Tanda-tanda
Kemampuan anak dyslexia membaca jauh di bawah kemampuan anak seumurnya. Kesulitan yang dihadapi adalah kesulitan mengenal kata-kata, sulit mengeja, dan sulit mengartikan bacaan. Beberapa ciri berikut dapat digunakan untuk mendeteksi secara dini, walaupun dapat juga disebabkan oleh gangguan lain.

Anak kecil
  1. Ada hari “baik” dan hari “buruk” tapa alasan jelas
  2. Sulit membedakan “di atas” dan “di bawah”, “ke dalam” dan “ke luar”
  3. Mengalami kesulitan dengan urutan, misalnya urutan warna. Di kemudian hari menjadi kesulitan mengurutkan nama hari atau mengurutkan angka.
  4. Riwayat keluarga dengan dyslexia
Pra sekolah, kemampuan berbahasa
  1. Salah mengucapkan sesuatu berulangkali misalnya “obli” untuk “mobil”
  2. Susah mengingat nama benda yang sederhana, misalnya meja atau kursi
  3. Susah mengingat lagu anak-anak, dan urutan kata yang bunyinya sama, misalnya “kakak, kaki, kaku”
  4. Bicaranya terlambat
Pra sekolah, kesulitan lain
  1. Cepat dapat berjalan tetapi tidak merangkak, ngesot
  2. Mengenakan sepatu sering terbalik
  3. Lebih senang mendengar cerita dibanding melihat tulisan
  4. Sering seperti tidak memperhatikan
  5. Sering tersandung, jatuh, menabrak sesuatu saat berjalan
  6. Sulit melempar, dan menangkap bola, melompat, bertepuk tangan menurut irama
Usia sekolah, kemampuan berbahasa dan menulis
  1. Mengalami kesulitan membaca dan mengeja
  2. Salah menulis dan meletakkan gambar
  3. Sulit menghapal alfabet
  4. Huruf terbalik-balik, terutama “b” dan “d,” “tadi” dan “tapi”
  5. Menggunakan jari untuk menghitung
  6. Konsentrasi buruk
  7. Tidak mengerti apa yang dibaca
  8. Menulis lama sekali
Usia sekolah, kesulitan lain
  1. Sulit mengenakan tali sepatu
  2. Sulit membedakan kanan-kiri, urutan nama hari atau nama bulan
  3. Sulit membedakan kanan-kiri
  4. Hilang rasa percaya diri
Mungkin ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mereka diantaranya:

Visual (penglihatan)

Anak belajar paling baik dengan cara melihat informasi. Karena itu, cara mulai yang baik adalah dengan menggunakan kartu bergambar dengan kata-kata tertulis di bawahnya (flash card). Pilihlah kata-kata yang sesuai dengan level belajar anak. Selain itu, jika anak kesulitan dengan bunyi, tunjukkan di mana bunyi itu dibuat di dalam mulut secara umum.

Contoh : tunjukkan huruf /t/ pada kartu, lalu arahkan ke dalam mulut Anda. Buatlah bunyi /t/ dengan gerakan yang berlebihan. Biarkan anak meniru tindakan Anda sambil melihat ke dalam cermin. Tingkatkan dengan kombinasi suku kata 2 huruf (ta, ti) dan 3 huruf (tas, top), dengan cara menyuarakan dan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan menggunakan gambar-gambar dan kata pada kalender harian. Ulanglah kalender ini setiap hari, lalu tandai tugas-tugas yang sudah selesai.

Auditori (pendengaran)

Anak-anak auditori belajar paling baik dengan cara mendengarkan apa yang diajarkan. Untuk anak yang kesulitan pada masalah bunyi, ajarkan sepasang kata singkat dan mintalah anak untuk mengatakan kata mana yang betul (tas/das). Juga, mintalah mereka menulis huruf, kata, atau kalimat sementara Anda mengucapkannya, untuk melatih kemampuan menulis. Bantulah juga dalam hal kemampuan mengelompokkan dengan memasang kalender “verbal” (diucapkan). Baca dengan keras kepada anak jadwal hariannya dan bantulah dia mengatur tugas, jadwal, dll.

Taktil (perabaan)

Anak-anak ini belajar paling baik dengan proses ‘menyentuh’. Ini adalah anak-anak yang biasa terlihat memisahkan bagian suatu benda dan kemudian menyatukannya kembali. Mereka belajar paling baik dengan melalui sentuhan, sehingga sangatlah penting untuk memasukkan gaya belajar ini ke dalam perintah-perintah Anda.

Contoh : Biarkan anak membuat bentuk huruf dari tanah liat, untuk membentuk kata singkat. Ulanglah bunyi dari tiap huruf sementara anak membuatnya. Selain itu, alat pengeja taktil juga penting untuk pembelajar type ini. Alat ini meliputi huruf-huruf bertekstur/guratan sehingga anak mendapat rabaan taktil sementara mengeja. Bantulah mengelompokkan dengan mengkombinasikan proses belajar visual dan taktil. Buat kalender dan tandai tiap tanggal penting dengan sticker timbul/bertekstur. Setiap hari, ulanglah kalender ini bersama anak dan buatlah ia menyentuh dan merasakan stiker tersebut. Kombinasi pembelajaran visual dan taktil akan membantu daya ingat.

Contoh-contoh di atas adalah saran untuk mengajar anak dyslexia dengan memfokus pada gaya belajar individual mereka. Ingatlah bahwa banyaknya waktu mengajar mereka secara individu dan identifikasi dini terhadap kesulitan belajar ini, akan membuat proses belajar lebih berhasil.

Dari penjelasan di atas seharusnya kita lebih memahami anak-anak dengan kekurangan ini, ingatlah penderita dyslexia bukan anak bodoh dan sebenernya mereka punya kelebihan yang luar biasa. Kita harus memiliki kesabaran, perhatian dan waktu untuk mereka yang nantinya akan menumbuhkan kemampuan mereka dan yang paling penting adalah kepercayaan diri mereka. Selain itu, pujian dapat diberikan kepada anak yang telah menunjukkan usaha keras untuk berlatih dan belajar. Penghargaan atau reward yang diberikan juga harus sesuai. Di samping itu, proses belajar anak perlu diselingi dengan waktu istirahat yang cukup.

Satu hal yang penting adalah tidak membandingkan anak dengan temannya, atau dengan saudaranya yang tidak mengalami problem membaca. Anda pasti mengenal Albert Einstein, Tom Cruise, Orlando Bloom, Thomas Alfa Edison, Whoopi Goldberg (komedian dan artis film), dan Lee Kuan Yew (mantan perdana mentri Singapore). Mereka adalah contoh nyata penderita dyslexia yang dikenal dunia sampai dengan hari ini.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Disleksia
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Dyslexia
http://readingdisabilities.wordpress.com/
Sherwood L. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem: EGC 2001



Selasa, 14 Februari 2012

Tips Agar Anak Tidak Stres Saat Ujian

Sebagai orang tua pasti ingin yang terbaik untuk sang anak, tidak terkecuali prestasi anak yang nantinya akan membanggakan bagi orang tua. Ujian Nasional dan Ujian Semesteran memang belum di depan mata, tapi alangkah baiknya sebagai orang tua mempersiapkan segala sesuatu agar anak kita nanti sukses, termasuk mencegah anak agar tidak stres saat ujian nanti.

Ujian memang salah satu yang membuat anak gampang stress, mereka harus berfikir keras untuk bisa memecahkan soal-soal di meja mereka ditambah kebanyakan orang tua menargetkan kepada anak harus dapat nilai yang bagus dan mendapatkan peringkat yang bagus pula. Betapa kecewanya jika sang anak tidak bisa mengerjakan atau gagal dalam ujian, pati terjadi tekanan yang hebat pada diri anak tersebut.

Berikut ini adalah tips-tips agar anak tidak stres menghadapi ujian :
  1. Berikan motivasi kepada anak, pahamkan tentang ujian agar anak termotivasi. Jangan buat anak merasa takut dengan ujian tetapi buat anak merasa senang sehingga termotivasi
  2. Tidak menggunakan obat-obatan penghilang depresi, ini akan membuat anak kecanduan dan efek yang buruk bagi kesehatan.
  3. Bantu anak mempersiapkan segala sesuatu mengenai ujiannya. Menemaninya belajar akan bisa mengurangi stres anak dan meningkatkan kepercayaan dirinya saat menghadapi ujian. 
  4. Hindari sistem kebut semalam (SKS), karena hal ini tidak akan efektif untuk sang anak. Justru anak akan merasa kelelahan yang akan menambah stres anak saat mengerjakan ujian.
  5. Memberikan batasan terhadap kegiatan lain saat anak harus menghadapi ujian seperti waktu bermain, menonton televisi atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Sehingga anak memiliki waktu lebih banyak untuk belajar.
  6. Ajarkan anak untuk berfikir positif tentang ujian, karena jika berfikir negatif akan menambah stres sang anak. Berikan motivasi kalo anak anda dapat melewati ujian dengan baik. Jangan biarkan anak memikirkan kegagaan.
  7. Jangan memberikan anak target setinggi langit. Target tetap ada tetapi motivasi untuk target itu lebih penting.
  8. Dan yang paling penting adalah kesehatan anak, berikan akan yang cukp dan gizi yang cukupsehingga daya tahan tubuh anak terjaga, bisa juga dengan memberikan vitamn. Hindari agar anak tidak jajan sembarangan yang bisa membuat dia sakit dan akhirnya gagal ujian.
Semoga dengan tips di atas kita bsa selalu memberikan anak yang terbaik.

Sabtu, 21 Januari 2012

Pendidikan Karakter Bangsa

Pendahuluan
Apabila kita amati kehidupan pelajar sehari-hari dipenuhi dengan berita tawuran, narkoba, hamil di luar nikah, penganiayaan sesama pelajar, pengrusakan sampai dengan korupsi yang dlakukan oleh orang-orang yang notabene memiliki gelar dll. Ini menandakan bahwa selama ini pendidikan hanya sebatas pemberian materi pelajaran, ujian kemudian memberikan nilai, karena tidak memberikan efek pada perilaku atau tindak-tanduk para pesertanya. Bongkar pasan sistem pendidikan nasional selama ini tidak ada yang menyentuh aspek perilaku pelajar. Pringatan Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei hanya sebgai simbol perubahan selama satu hari saja.

Perubahan
Harus ada perubahan sistem pendidikan yang signifikan untuk memperbaiki semua. Perubahan harus mencakup semua aspek, bukan hanya prestasi akademik tapi juga moral, budi pekerti, etika, ibadah dsb. harus ada keterpaduan dari semua aspek tersebut. Pendidikan harus bisa mempengaruhi dan membentuk karekter atau watak. Di sini bukan hanya guru PKn saja yang berperan, tetapi seluruhnya, karena harus ada keterpaduan antara mata pelajaran dan pembentukan karakter. Lebih penting lagi adalah peran orang tua atau lingkungan keluarga yang senantiasa mendukung untuk keberhasilan pedidikan, karena keluarga adalah lingkungan pertama yang berperan dalam proses pembentukan karakter anak.  Oleh karena itu, membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak diperlukan, bahkan tidak bisa ditunda, mulai dari lingklingan rumah tangga, sekolah dan masyarakat

Pemerintah melalui Diknas telah meluncurkan sistem pendidikan baru yaitu Pendidikan Karakter Bangsa.
Ada 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa  yang dibuat oleh Diknas.  Mulai tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.

18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:

1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Poin-poin di atas diharapkan akan bisa mengubah wajah Indonesia di masa depan, apakah sistem ini akan berhasil atau tidak kita tunggu hasilnya. Mudah-mudahan bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik dan berwibawa di mata dunia.