Soto Kudus Cocok untuk Makan Siang

Soto Kudus adalah soto yang berasal dari Kudus. Soto Kudus terdapat dua jenis soto ayam dan soto kerbau. Soto Kudus cenderung berasa manis dan sedikit lebih encer.

Pantai Tirta Samudra Bandengan Jepara

Jepara bukan hanya kota dengan kerajinan ukirnya atau dengan ikon pahlawan R. A. Kartini tetapi kota ini juga menyimpan keindahan pantainya, salah satunya yaitu pantai Tirta Samudra atau biasa disebut pantai Bandengan (sekitar 7 km di utara pusat kota Jepara) Kabupaten Jepara Jawa Tengah Indonesia.

Tips Memperbaiki Tidur yang Nyaman

Waktu tidur yang cukup sangat diperlukan agar tubuh punya waktu untuk melakukan recovery sehingga punya kekuatan untuk menjalankan aktivitas seharian keesokan harinya.

Just Remind

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

4 Sehat 5 Sempurna dulu, Kini PGS Sebagai Penggantinya

Indonesia kini resmi menggunakan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) untuk menyiapkan pola hidup sehat masyarakat Indonesia dalam menghadapi 'beban ganda masalah gizi', yaitu ketika kekurangan dan kelebihan gizi terjadi secara bersama.

Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2013

Sosok Dibalik Milyader Pemain Sepak Bola

Siapa yang menyangka bahwa pemain bola yang bergaji milyaran rupiah adalah berkat jasa seorang pemain sepak bola yang bermain di klub kecil RC Liege Belgia. Nama lengkapnya adalah Jean-Marc Bosman. Saat ini, bintang lapangan hijau hidup senang dengan gaji miliaran rupiah per pekan. Saat memasuki fase akhir kontrak, pemain memiliki daya tawar kuat agar bisa mendapat bayaran lebih tinggi. Pasalnya, jika tidak, sang pemain bisa leluasa bernegosiasi dengan klub lain yang menawarkan bayaran lebih tinggi. Ya, aturan itulah yang membuat pemain saat ini cepat kaya raya. Aturan yang dikenal dengan Bosman Ruling.

Pada tahun 1990, kontrak Bosman di klub FC Liege berakhir dan dia sedang mencari klub baru. Klub yang akan dia tuju adalah Dunkerque, sebuah klub kecil di Prancis. Pada masa itu belum ada aturan soal bebas transfer. Meskipun kontrak sudah berakhir, FC Liege tidak mau melepasnya. Gaji Bosman dipotong karena tidak lagi masuk tim utama, dan klub meminta biaya transfer jika dia masih ngotot ingin pindah. RC Liege mematok harga 1.2 juta Belgia franc. US Dunkerque yang tadinya tertarik akhirnya mengurungkan niatnya untuk memboyong Bosman dengan alasan menolak membayar nilai transfer yang dibebankan oleh RC Liege. Merasa tidak berada pada jalur yang adil, Bosman pun membawa kasus ini ke pengadilan. Dia menuntut hak sebagai warga Uni Eropa, untuk mendapatkan kebebasan mencari pekerjaan ke sesama negara anggota Uni Eropa. Kasus ini diproses di pengadilan dalam waktu yang tidak sebentar, butuh lima tahun hingga akhirnya dibawa ke Pengadilan Eropa pada 1995.

Dari perjuangan Bosman itulah pengadilan memutuskan 3 item yang akhirnya diberlakukan di seluruh klub sepak bola Eropa bahkan dunia yaitu : 
  1. Melarang adanya harga transfer untuk pemain yang telah selesai masa kontraknya. Sebelum itu, klub bisa mendapatkan kompensasi dari transfer pemain meskipun pemain tersebut telah habis kontraknya. Selain itu, klub juga bisa mengganjal perpindahan pemain yang habis masa kontraknya ke klub lain.
  2. Klub tidak berhak menahan pemain yang masa kontraknya selesai untuk mendapatkan kompensasi. Pemain tersebut masuk kategori “bebas transfer”. Jika pemain tersebut menandatangani kontrak jutaan dolar, klub lamanya tidak mendapatkan apapun. Klub pembelinya bisa menjadikan nilai transaksi tersebut sebagai gaji bagi pemain tersebut dalam masa kontrak.
  3. Menolak batasan pemain asing yang boleh bermain dalam pertandingan di liga dalam negara-negara Eropa seperti yang diberlakukan UEFA. Sebelumya, UEFA menetapkan peraturan “tiga plus dua” untuk pemain asing yang turun dalam turnamen Eropa, yakni hanya boleh tiga pemain luar Uni Eropa dan dua pemain “asimilasi”, yakni pemain asing yang sudah bermain di liga melalui jalur pemain muda.
Akhirnya dari kasus kecil itu bisa berdampak yang sangat besar bagi dunia sepak bola khususnya pemain bintang. Perlu diketahui sebelum adanya Bosman Ruling, seorang pemain hanya bisa pindah jika terjadi kesepakatan negosiasi antara kedua klub. Bedanya dengan sekarang, dulu tetap ada biaya transfer meskipun kontrak sang pemain sudah berakhir. Selain itu, era sebelum Bosman Ruling juga membatasi jumlah pemain asing secara ketat. Setiap klub hanya diperbolehkan memiliki 3 pemain berkewarganegaraan asing. Bosman Ruling memberi lebih banyak kebebasan, dimana batasan pemain asing dihilangkan sepanjang sang pemain masih berada di wilayah negara Uni Eropa. 

Sedangkan setelah muncul aturan Bosman Ruling Kehidupan sepakbola Eropa berubah cukup dramatis setelah Bosman Ruling dikeluarkan. Pemain jadi memiliki posisi tawar yang lebih tinggi, tidak lagi menjadi 'budak klub'. Pemain jadi bisa bebas pindah klub saat kontrak berakhir, dan klub 'dipaksa' untuk memberi kontrak jangka panjang dan menaikkan nilai kontrak jika tidak ingin kehilangan pemain terbaiknya secara cuma-cuma.  

Namun aturan ini juga membuat klub kecil menjadi kesulitan. Karena kemampuan finansialnya, klub-klub kecil biasanya kesulitan memberi kontrak jangka panjang. Hal ini membuat mereka kesulitan menahan pemain-pemain berbakatnya. Banyak kasus terjadi, klub kecil harus rela kehilangan pemain secara gratis, atau terpaksa menjual murah sebelum kontrak habis. Semakin sedikit sisa kontrak, biasanya nilai jual makin rendah. 

Pemain jadi memiliki power yang meningkat secara signifikan. Mereka jadi punya posisi strategis untuk meminta gaji tinggi, apalagi jika kontrak akan segera berakhir. Sebut saja Rooney (MU), Cristiano Ronaldo (Madrid) dan masih banyak lagi dengan gampangnya meminta gaji selangit.

Lalu bagaimana dengan Bosman sendiri apakah dia bernasib sama seperti pemain bintang berkat jasanya? Beberapa tahun lalu, dia disebut terjerumus menjadi seorang alkoholik dan menderita depresi berat. Meski sudah lepas dari alkohol, Bosman saat ini masih harus meminum obat anti-depresi.

Ironisnya sosok yang membuat pemain lain kaya raya kini hidupnya bergantung pada uang sebesar 630 pound yang tiap bulan diberikan oleh pemerintah Belgia. Ya, tiap bulan Bosman harus pergi ke badan sosial untuk menerima “gaji”-nya.

“Semua orang sudah melupakan orang di balik kasus Bosman. Saya membuat dunia sepakbola kaya dan mendapati diri sendiri tak memiliki apapun,” ujar Bosman kepada sebuah stasiun televisi Prancis. “Saya harus menangis darah saat berjuang. Saya sangat menderita. Dan, saya tak pernah mendapat penghargaan dari kolega, sesama pemain.

Sebenarnya saat memenangkan kasus tersebut di pengadilan dia mendapatkan uang yang banyak. Dia memiliki dua buah rumah yang dilengkapi kolam renang. Sehari-harinya dia mengendarai BMW atau dua buah Porsche yang dimilkinya. Dia pun rutin menerima uang (berkat jasanya kepada sesama pemain) dari FIFPro (Serikat Pemain Profesional). Bukannya berterima kasih, Bosman malah meminta jumlah lebih banyak kepada FIFPro.

Hidupnya berantakan, perkawinannya bubar, dia kehilangan banyak uang, dan menjadi pecandu alkohol. Apa yang yang terjadi tentu saja bukan kesalahan siapa-siapa selain dirinya. Usai pensiun sebagai pemain. Dia mengira bisa hidup enak berkat apa yang diperjuangkannya. Padahal, kala itu dia hanya mewakili dirinya sendiri, berjuang agar bisa pindah ke klub yang menawarinya gaji lebih tinggi.

Pihak FIFPro sendiri menyatakan sedang mencari solusi yang tepat untuk membantu Bosman.  ”Tak mudah karena kami ingin membantunya secara finansial di masa lalu. Namun, itu tak mencegahnya untuk kembali ke situasi yang sulit,” ujar Philippe Piat, wakil presiden FIFPro.

Bagaimanapun, apa yang dilakukan Bosman patut dihargai. Dia melakukan sesuatu yang tak ada seorangpun mau melakukannya saat itu. Bosman sudah mengakhiri masa kelam bagi pesepakbola. “I ended a system of slavery,” ujarnya.

Diambil dari barbagai sumber


Minggu, 12 Februari 2012

Juventus Arena Satu-satunya Stadion dengan Undersoil Heating di Italia

Anda Pecinta sepak bola? Pernahkah ketika anda ingin menonton tayangan siaran langsung liga-liga Eropa tertunda karena hujan salju? Inilah yang dialami Seri A liga Italia. Disaat negara-negara Eropa yang lain tidak terhalang karena hujan salju tidak begitu dengan Italia. Klub-klub sepak bola Italia sudah ketinggalan dengan negara Eropa yang lain.

Bahkan, stadion-stadion besar dan punya reputasi mendunia seperti San Siro, Milan, dan Olimpico, Roma, tidak bisa mengatasi tebalnya salju di lapangan. Kalau pengelola stadion besar saja kesulitan mengatasi salju, tentu stadion-stadion kecil seperti Angelo Massimino, Catania, atau Dino Menuzzi, Cesena juga menghadapi kendala yang sama.

”Masalah utama sepak bola Italia  bukan tidak memiliki stadion dengan  kapasitas besar.Kami hanya tidak  memilik stadion dengan fasilitas  memadai,”ucap Presiden FIGC  Giancarlo Abete,dikutip Reuters.“Kami  sangat membutuhkan stadion yang bisa  digunakan pada semua jenis cuaca,”kata  orang nomor satu di sepak bola Italia itu.  Komentar Abate didasari banyaknya  stadion di Italia yang ketinggalan zaman  dan masih berkonsep tradisional.

Maksudnya,stadion tidak ada fasilitas  penunjang.Semua stadion di Italia tidak  memiliki atap atau kubah dengan  mekanisme buka-tutup.Mayoritas juga  tidak dilengkapi pemanas lapangan.Atap  atau kubah buka-tutup bisa mencegah  masuknya salju,sedangkan pemanas  untuk mencairkan salju yang menumpuk.  “Sejauh ini baru Giuseppe Meazza  (San Siro) yang memiliki atap.Itu juga  tidak menyeluruh.Ini fakta yang terjadi  di Italia.Kami kekurangan stadion  modern,”tambah Abate.Dia menilai  stadion di Italia seharusnya mengacu  konsep stadion modern di Jerman.

Pasalnya,cukup banyak stadion peserta  Bundesliga yang dilengkapi atap bukatutup  sekaligus pemanas lapangan.  Salah satu stadion modern di Jerman  yang mendapat banyak pujian adalah  Veltins-Arena Gelsenkirchen.Markas  Schalke 04 tergolong stadion canggih  dengan label bintang lima UEFA.Arena  yang menghabiskan dana pembangunan  192 juta euro itu memiliki atap bukatutup  serta lapangan geser.Maksudnya,  atap bisa dibuka dan ditutup sesuai  keperluan atau tergantung kondisi cuaca.  Sementara lapangan bisa dikeluarkan  bila sedang tidak digunakan.

Selain Veltins-Arena,fasilitas serupa  juga terdapat di Commerzbank-Arena  (Eintracht Frankfurt) dan Esprit Arena  (Fortuna Dusseldorf).Di luar Jerman,stadion  lain yang serupa dengan Veltins-  Arena adalah Sapporo Dome Jepang  (Consadole Sapporo),Gelredome  (Vitesse Arnhem),Amsterdam ArenA  (Ajax Amsterdam),serta sejumlah stadion  serbaguna di Amerika Serikat (AS)  macam University of Phoenix Stadium.  “Italia membutuhkan perubahan  kebijakan pembangunan stadion.  Perubahan paradigma dan peraturan  tentang stadion harus segera dilakukan.

Pemerintah seharusnya mendorong klub  membangun stadion sendiri,”ucap  Direktur Umum Juventus Giuseppe  ’Beppe’ Marotta.“Selama belum ada  langkah nyata,laga akan selalu tertunda  bila salju turun,”katanya.  Di Italia,Juventus adalah pelopor  pembangunan stadion modern.Awal  musim ini,La Vecchia Signora  memperkenalkan Juventus Arena.  Stadion berkapasitas 41.000 tempat  duduk itu memang tidak memiliki atap  buka-tutup.Namun,stadion yang  menghabiskan dana pembangunan 120  juta euro itu memiliki pemanas lapangan (undersoil heating).  Juventus Arena tetap bisa digunakan saat  hujan salju.Salju akan langsung mencair  begitu jatuh di lapangan.

Jadi, bukan dengan cara manual seperti di Italia, di mana salju disingkirkan dengan traktor atau alat yang lebih tradisional lainnya. Dengan menggunakan undersoil heating, salju langsung mencair dan lapangan bisa digunakan dalam cuaca ekstrim sekalipun.

Stadion pertama di Inggris yang menggunakan teknologi itu adalah Goodison Park, markas Everton. Memang, tidak ada keharusan untuk menempatkan undersoil heating di stadion klub-klub Premier League, apalagi kasta bawah, tetapi klub Inggris enggan menghadapi laga tunda. Bagaimana dengan Indonesia? Negara kita tidak perlu khawatir dengan masalah salju, karena disamping tidak ada turun salju, untuk perbaikan kondisi lapangan, rumput dan infrastruktur saja belum tercapai, mudah-mudahan Indonesia bisa memiliki stadion-stadion megah suatu nanti. BRAVO!

Dari barbagai Sumber




Tango 12 Bola Resmi Euro 2012

Pergelaran Euro 2012 tinggal beberapa bulan, berbagai persiapan pun telah berlangsung diantaranya adalah bola yang akan dipakai dalam ajang kompetisi sepak bola terbesar kedua ini setelah World Cup.

Ya, Adidas sebagai produk bola resmi Euro 2012 telah meluncurkan Tango 12. Tango 12 sudah diluncurkan secara resmi saat dilakukan drawing Piala Eropa akhir pekan lalu. Di Indonesia sendiri dilauching pada 6 Deseber 2012 lalu di restoran Pepenero, Pondok Indah Jakarta.

Tango 12 meneruskan seri bola Tango sebelumnya yaitu Tango River Plate menjadi bola resmi di Piala Eropa 1980, Tango Mundial untuk Piala Eropa 1984 dan Tango Europa untuk Piala Eropa 1988. Tetapi bola Tango 12 jelas beda dengan bola Tango sebelumnya, dari segi desain, bahan dan teknologi pembuatan jelas lebih hebat. desain Tango yang simpel, bola ini memiliki garis warna yang diambil dari warna bendera kedua negara tuan rumah Ukraina dan Polandia. Pada bagian lain bola juga terukir tiga desain garis yang menjadi representasi seni memotong kertas, sebuah tradisi yang bisa ditemui di daerah pedesaan kedua negara.

Menyempurnakan desain yang sudah ada tersebut, Tango 12 menampilkan serangkaian panel segitiga yang terjalin bersama untuk memastikan stabilitas jalur. Adidas juga mengklaim bola ini memiliki tekstur yang akan membantu meningkatkan penguasaan pemain terhadap si kulit bundar.

Adidas Tango 12 menjadi official match ball ke-11 yang diproduksi untuk gelaran Piala Eropa, yang sudah dimulai sejak tahun 1963. Untuk memudahkan pemain beradaptasi, seluruh kontestan yang akan tampil di Piala Eropa akan menerima 30 official match ball mulai 5 Desember kemarin.

Mari kita saksikan Euro 2012 dengan segala kemegahanya termasuk si kulit bundar Tango 12 yang siap menerima sentuhan-sentuhan kaki pemain top eropa. 

Rabu, 19 Januari 2011

Rekor Fantastis Dunia Basket

Pernahkah anda berfikir atau merasakan bertanding basket dengan skor yang fantastis? Permainan bola basket umumnya memang menghasilkan poin pertandingan hingga angka puluhan bahkan ratusan, namun yang terjadi di Dallas, AS, kali ini sungguh luar biasa. Tim putri sebuah SMA di Texas memenangi pertandingan basket dengan hasil akhir 100-0.
Saking tidak umumnya hasil pertandingan ini, official the Covenant School yang keluar sebagai pemenang mulai memikirkan jalan terbaik untuk meminta maaf atas selisih angka yang begitu dahsyat tersebut. Selain itu, tekanan dari pihak lawan pun membuat Covenant semakin memikirkan cara meminta maaf.
"Ini sungguh memalukan dan bahkan apa yang terjadi bisa dikatakan pelecehan," kata Kyle Queal, Kepala Sekolah the Covenant School, dalam pernyataan resminya. Menurutnya, kemenangan tanpa perlawanan justru merupakan kekalahan yang besar.
Orangtua siswa yang menyaksikan pertandingan mengatakan, Covenant terus "membantai" lawannya dengan memasukkan tiga penembak jarak jauh. Padahal, pada paruh pertama saja Covenant telah unggul 59-0.  Para orangtua memang memuji penampilan pemain Covenant, tapi mereka menyayangkan penonton dan asisten pelatih yang bersorak luar biasa saat tim mereka mencapai angka 100.

"Saya pikir hal buruk adalah saat mereka tetap melakukan
pressing full-court dan memasukkan tiga shooter, padahal mereka sudah unggul sangat jauh," kata Renee Peloza orang tua murid tim Dallas Academy yang "dicukur" Covenant. "Bukankah dengan keunggulan sedemikian besar mereka seharusnya tidak melakukan tekanan sekeras itu?" sambungnya.
Pelatih Dallas Jeremy Civello sendiri berpandangan bahwa pertandingan tersebut telah berubah layaknya latihan lay-up. Pemain bertahan hanya berusaha mencoba mencuri bola tanpa pernah berhasil.  Kendati demikian, orangtua murid dan juga tim pelatih Dallas memuji ketahanan pemain mereka yang mampu menahan bombardir dari Covenant pada perempat terakhir pertandingan. Hasilnya Covenant hanya mampu mencetak 12 angka.
                                                                                                                                                          Sumber: Kompas.com

Sabtu, 30 Oktober 2010

Piala Dunia


PIALA DUNIA (FIFA WORLD CUP) 

Piala Dunia Sepak bola atau sering disingkat sebagai Piala Dunia saja (nama resmi: Piala Dunia FIFA) adalah kompetisi terpenting dalam dunia sepak bola internasional. Diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association (Fédération Internationale de Football Association), pengatur cabang olahraga ini, turnamen babak final Piala Dunia adalah ajang olahraga yang paling banyak ditonton di dunia, melebihi bahkan Olimpiade.
Babak final turnamen (merujuk kepada bagian turnamen setelah kualifikasi) ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali namun kejuaraan ini mengambil masa dua tahun secara keseluruhan. Lebih dari 160 tim nasional bertarung dalam turnamen kualifikasi regional untuk meraih tempat dalam babak final. Turnamen finalnya kini melibatkan 32 tim (peningkatan dari 24 tim pada tahun 1998) yang berkompetisi selama 4 minggu di negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Inovasi yang dilakukan baru-baru ini memperbolehkan lebih dari satu negara menjadi tuan rumah.
Piala Dunia terakhir diadakan di Afrika Selatan pada 11 Juni-11 Juli 2010 yang dimenangkan oleh Spanyol dan Piala Dunia 2014 akan diadakan di Brasil.
Piala Dunia bukanlah kejuaraan sepak bola internasional pertama. Sepak bola amatir menjadi bagian dari program Olimpiade untuk pertama kalinya pada tahun 1908. Pada tahun 1909 di Torino diselenggarakan sebuah turnamen sepak bola yang bernama Piala Sir Thomas Lipton. Italia, Jerman, dan Swiss mengirimkan klub mereka yang paling prestisius ke turnamen tersebut namun Persatuan Sepak bola Inggris (FA) menolak tawaran untuk ikut serta dalam kejuaraan itu.
Ide melahirkan kejuaraan sepak bola dunia tercetus pada 1904 di Paris saat Konggres I Fédération Internationale de Football Association. Pada 1928, hasil usaha FIFA dan presiden persatuan sepak bola Perancis (FFFA), Jules Rimet dan rekannya Henri Delaunay, peserta kongres di Amsterdam memutuskan untuk melaksanakan ide tersebut. Setahun kemudian, FIFA secara resmi mempersiapkan sebuah kejuaraan bernama World Cup yang akan berlangsung setiap empat tahun. Pada kongres FIFA 17-18 Mei 1929 yang berlangsung di Barcelona - Spanyol, Uruguay mendapatkan dukungan dari 23 peserta kongres menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama menyingkirkan ambisi Hungaria, Italia, Belanda, Spanyol, dan Swedia. Piala kejuaraan ini dikenal dengan Piala Jules Rimet.
Piala Jules Rimet dibuat oleh perupa Perancis, Abel La Fleur, berbentuk oktagonal berlambangkan bumi dipegang oleh Dewa Kemenangan yang bernama Nike (dewa Yunani purba). Piala ini dibuat dari emas, mempunyai berat 3.8 kg dan tinggi 35 cm.
Maka Piala Dunia FIFA yang pertama pun diadakan di Uruguay dan berlangsung dari 13-30 Juli 1930. 13 negara turut serta - enam dari Amerika Selatan, lima dari Eropa dan dua dari Amerika Utara. Uruguay mengalahkan Argentina 4-2 di hadapan 93.000 penonton di Montevideo dan sekaligus menjadi negara pertama yang merebut piala tersebut.
Selama Perang Dunia II kejuaraan ini terhenti selama selama 12 tahun, dimulai kembali tahun 1950 di Brasil. Piala Jules Rimet pernah dicuri sewaktu dipamerkan di Stampex Exhibition di Westminster Central Hall, London saat menjelangnya Piala Dunia 1966 di Inggris, namun ia ditemukan 7 hari kemudian oleh seekor anjing bernama Pickles.
Pada 1970 di Meksiko, FIFA telah memutuskan Brasil menyimpan Piala Jules Rimet karena menjadi negara pertama yang juara sebanyak 3 kali, 1958, 1962 dan 1970.
Badan induk FIFA kemudiannya membuat piala dunia baru dengan menggunakan emas 18 karat, 36 cm tinggi dan mempunyai berat 4.97 kg dan dirancang oleh perupa terkenal Italia, Silvio Gazzaniaga dan dipergunakan hingga sekarang. FIFA kemudian menetapkan hanya pemimpin negara dan pemenang Piala Dunia saja yang boleh menyentuh piala tersebut. Replika piala yang dilapis emas akan diberikan untuk disimpan oleh pemenang.
Argentina, Jerman (kedua kali tersebut sebagai Jerman Barat), dan Brasil telah masing-masing memenangkan piala yang kedua itu dua kali. Meskipun begitu, piala yang saat ini masih belum akan "dipensiunkan" hingga plak namanya telah penuh diisikan dengan nama-nama negara pemenang, yang akan terjadi pada tahun 2038.
Dengan jelas secara keseluruhan Brasil adalah tim yang paling sukses dalam sejarah perhelatan Piala Dunia setelah lima kali menjadi juara dunia dan dua kali berada di posisi kedua, sementara Italia menyusul berada di bawahnya dengan empat kali menjadi juara dunia dan dua kali di peringkat kedua. Jerman menempati posisi berikutnya sebagai tim yang tersukses ketiga dengan tiga kali menjadi juara dunia dan empat kali menjadi juara kedua. Argentina dan Uruguay masing-masing dua kali menjadi juara dunia meski kemenangan Uruguay terjadi pada masa yang sudah lama, yakni pada awal-awal tahun kejuaraan perhelatan Piala Dunia ini.
Saat ini penyelenggaraan 2010 tengah berlangsung di Afrika Selatan. Indonesia merupakan bagian dari sejarah Piala Dunia, dengan nama Hindia-Belanda di tahun 1938, Indonesia tercatat sebagai negara Asia pertama yang masuk ke Piala Dunia

Daftar Juara-Juara PD

1


 Tahun 1930
 Tuan Rumah Uruguay
 Uruguay/juara
 Argentina/runner up
 


2



 Tahun 1934
 Tuan Rumah Italia
 Italia/juara
 Cekoslovakia/runner up
 

 




3


 Tahun 1938
 Tuan Rumah Prancis
 Italia/juara
 Hongaria/runner up

 







4



 Tahun 1950
 Tuan Rumah Brazil
 Uruguay/juara
 Brazil/runner up

 













 5



 Tahun 1954
 Tuan Rumah Swiss
 Jerman Barat/juara
 Hongaria/runner up
 

 






 6








 Tahun 1958
 Tuan Rumah Swedia
 Brazil/juara
 Swedia/runner up


 



 

 7


 Tahun 1962
 Tuan Rumah Chile
 Brazil/juara
 Cekoslovakia/runner up

 






8




 Tahun 1966
 Tuan Rumah England
 England/juara
 Jerman Barat/runner up

 











9



 Tahun 1970
 Tuan Rumah Mexico
 Brazil/juara
 Italia/runner up

 





10





 Tahun 1974
 Tuan Rumah Jerman Barat
 Jerman Barat/juara
 Belanda/runner up

 




11



 Tahun 1978
 Tuan Rumah Argentina
 Argentina/juara
 Jerman Barat/runner up

 




12





 Tahun 1982
 Tuan Rumah Spanyol
 Italia/juara
 Jerman Barat/runner up





13



 Tahun 1986
 Tuan Rumah Mexico
 Argentina/juara
 Jerman Barat/runner up

 








14





 Tahun 1990
 Tuan Rumah Italia
 Jerman Barat/juara
 Argentina/runner up

 




15



 Tahun 1994
 Tuan Rumah U.S.A
 Brazil/juara
 Italia/runner up

 



16





 Tahun 1998
 Tuan Rumah Prancis
 Prancis/juara
 Brazil/runner up

 



17





 Tahun 2002
 Tuan Rumah Korea dan Jepang
 Brazil/juara
 Jerman/runner up

 


18





 Tahun 2006
 Tuan Rumah Jerman
 Italia/juara
 Prancis/runner up



19



 Tahun 2010
 Tuan Rumah Afsel
 Spanyol/juara
 Belanda/runner up

Peringkat juara Piala Dunia
  1. Brazil - 1958, 1962, 1970, 1994, 2002 (5 kali)
  2. Italia - 1934, 1938, 1982, 2006 (4 kali)
  3. Jerman - 1954, 1974, 1990 (3 kali)
  4. Argentina - 1978, 1986 (2 kali)
  5. Uruguay - 1930, 1950 (2 kali)
  6. Inggris - 1966 (1 kali)
  7. Perancis - 1998 (1 kali)
  8. Spanyol - 2010 (1 kali)
Penghargaan di Piala Dunia
Pada akhir setiap turnamen final Piala Dunia, beberapa penghargaan diberikan kepada pemain dan tim yang dianggap istimewa dibandingkan dengan yang lainnya berdasarkan aspek-aspek yang berbeda. Sat ini ada lima jenis penghargaan:
  • Sepatu Emas Adidas (Adidas Golden Shoe) untuk pencetak gol terbanyak;
  • Bola Emas Adidas (Adidas Golden Ball) untuk pemain terbaik;
  • Penghargaan Yashin (Yashin Award) untuk penjaga gawang terbaik;
  • Penghargaan Permainan Adil FIFA (FIFA Fair Play Award) untuk tim dengan catatan fair play terbaik;
  • Tim Paling Menghibur.
Sepatu Emas Adidas - Pencetak gol terbanyak
Penghargaan ini diperkenalkan sejak tahun 1982.
Piala Dunia
Pemain
Jumlah gol
8
4
8
9
11
13
4
9
10
7
6
Pemenang Sepatu Emas adidas
6
6
6
6
6
8
5
5
Bola Emas Adidas
FIFA mengumumkan 10 unggulan pemain terbaik yang dipilih oleh wakil-wakil dari media. Posisi pertama mendapatkan Bola Emas adidas, posisi kedua: Bola Perak adidas dan ketiga: Bola Perunggu adidas.
Piala Dunia
Bola Emas Adidas
Bola Perak Adidas
Bola Perunggu Adidas
Penghargaan Yashin
Penghargaan ini namanya berasal dari nama seorang penjaga gawang Rusia yang legendaris, Lev Yashin.
Piala Dunia
Penerima
Pemenang Sarung Emas


FIFA Fair Play Award
Penghargaan ini hanya diberikan kepada tim-tim yang lolos ke babak kedua.
Piala Dunia
Penerima

Tim Paling Menghibur
Penghargaan Tim Paling Menghibur ditentukan melalui polling dari publik.
Piala Dunia
Tim Paling Menghibur

Pencetak gol terbanyak
Gol
Pemain
15
14
13
12
11
10
9
8
7
6
  • Ada kontroversi mengenai berapa jumlah gol yang dicetak pemain Brasil Ademir Menezes pada tahun 1950, karena data yang tak lengkap tentang pertandingan Babak Final antara Brasil melawan Spanyol (6-1). Gol pertama dianggap sebagai gol bunuh diri pemain Spanyol Parra, dan gol yang membuat kedudukan menjadi 5-0 dianggap diciptakan oleh Jair, namun baru-baru ini FIFA menyatakan bahwa gol-gol tersebut diciptakan Ademir; sehingga dia adalah pencetak gol terbanyak (9 gol) pada Piala Dunia 1950.
Sumber: rsssf.com

Gol tercepat
Pemain
Negara
Waktu
Piala Dunia
11"
15"
27"
37"