Sabtu, 30 Oktober 2010

Bunaken

Anda ingin menikmati snoring atau snorkelig? jangan jau-jauh ke negeri orang, cukup di rumah kita, ya,,, Bunaken lah tempatnya. Bunaken juga salah satau tempat penyelaman dengan pemandangan bawah laut yang terindah di dunia.

Dengan selam scuba, para penyelamat dapat menikmati aneka 'penghuni' bawah laut Bunaken lebih dekat, seperti Ikan Pelatuk yang memiliki sirip punggung yang dapat ditegakkan dan dikunci sehingga dia bisa tinggal aman dalam lubang di batu karang. Jangan mendekati sarang telur ikan ini, sebab ikan ini akan menyerang.

Ikan Gobi yang merupakan famili terbesar ikan terumbu, salah satu ikan gobi yang unik di sini adalah Gobi Udang yang hidup bersama dalam satu lubang pasir. Keduanya mempunya tugas berbeda, si udang menjaga kebersihan sarang sedang si-Gobi melindungi udang dari serangan lawan. Ada Barracudas yang berkelompok dalam jumlah besar dengan gigi tajam seperti gergaji hingga membuatnya pemangsa yang efektif di daerah terumbu karang.

Ikan lainnya Ikan Pedang dan Ikan Bertandung yang sama-sama memiliki sejenis pedang di bagian bawah ekornya. Pedang itu sebagai pertahanan dari serangan pemangsanya. Kadang digunakan untuk berkelahi dengan sesama untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin kelompoknya.

Ada lagi Ikan Bidadari yang memiliki sarang di wilayah sendiri. Ikan jenis ini membentuk kelompok terdiri atas 1 jantan dan sejumlah betina. Uniknya ikan ini lahir sebagai betina ketika dewasa berubah jantan. Keunikan lainnya, ikan ini mampu membuat tepukan dalam air. Mungkin karena keunikannya itulah, membuatnya disebut bidadari.
Masih ada lagi ikan lainnya seperti ikan kelelawar yang suka memperhatikan para penyelam terutama gelembung-gelembung udaranya. Juga ikan Sweetlips karena memiliki bibir yang sexy dan berotot. Selain ikan, juga ada berbagai reptil laut seperti ular dan penyu.

Keindahan laut Bunaken sebenarnya sudah puluhan tahun terindentifikasi oleh para penyelam tanah air. Namun pemerintah baru sadar dan kemudian Taman Nasional Bunaken (TNB) secara resmi ditetapkan sebagai salah satu taman nasional laut di Indonesia pada Oktober 1991, setelah lebih kurang 20 tahun keindahannya ditemukan oleh 3 orang pelopor usaha penyelaman daerah, yakni dr Hanny Batuna, Loky Herlambang, dan Ricky Lasut. Baru setelah kawasan ini tersohor oleh para penyelam internasional, pemerintah sadar lalu secara bertahap menetapkan wilayah seluas sekitar 89.000 Ha ini menjadi kawasan konservasi.

TNB terdiri dari beberapa pulau, yakni Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, Pulau Manado Tua, berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Nain. Lokasi penyelamannya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu. Tercatat lebih kurang 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken yang Bering dikunjungi para penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di pulau inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. binding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Tebing-tebing karang itu sudah bisa kita lihat dari atas kapal sebelum mencapai Pantai Bunaken. Airnya biru dengan ribuan ikan besar di bibir tebing, menciptakan pemandangan indah luar biasa.

Masyarakat TNB tersebar di sekitar 30 pemukiman baik di Pulau Nain, Siladen, Bunaken, Manado Tua, Daratan Utara, dan Daratan Selatan. Suku yang mendiaminya juga beragam antara lain Sangir Talaud, Bajo, Minahasa, Bantik, Bugis, Gorontalo, dan Jawa dengan profesi yang beragam seperti nelayan, petani, pedagang bahkan ada juga yang bisa keduanya yakni nelayan sekaligus petani. Perkawinan campuran pun tak terhindari di sana. Kendati demikian, mereka hidup rukun dan damai.

Tips Perjalanan

Pulau Bunaken seluas 8,08 Km2 di Teluk Manado merupakan bagian dari Kota Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Di sekitar pulau ini terdapat Taman Laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Laut Bunaken.

Tak sulit menggapainya. Dari Pelabuhan Marina, Manado Anda bisa Carter kapal wisata Rp750.000, waktu tempuhnya selama sekitar 1 jam. Kapal berkapasitas 15 orang ini dilengkapi pelampung, tempat duduk, dan dua kaca berbentuk aquarium untuk melihat terumbu karang dan ikan hias dari atas kapal.

Kalau Anda mau snorkeling, biayanya Rp 100.000 sudah termasuk masker dan sepatu katak serta kapal kayu bermotor pergi-pulang dari Pantai Bunaken ke lokasi.
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Bagi yang mau komentar dipersilahkan..