Rabu, 05 Agustus 2009

EFEK NIKOTIN

Pendahuluan
    Sebagian orang merokok merupakan kebiasaan yang dapat menimbulkan efek yang menyenangkan, mood dsb. Sehingga tidak jarang orang menggunakan rokok sebagai teman sehari-hari. Rokok merupakan barang yang dikonsumsi dengan memanfaatkan efek dari kandungan rokok tersebut. Barang ini dibuat dari bahan berupa daun tembakau dimana kandungan zat yang ada dalam tembakau adalah nicotine (Nicotiana tabacum). Nicotine (C10H14N2) merupakan kelompok alkaloid yang umumnya terdiri dari Karbon, Hydrogen, Nitrogen dan terkadang juga Oksigen, banyak ditemukan pada tembakau, coklat dan sedikit pada tomat, kentang, eggplant dan green papper. Konsentrasi Nikotin biasanya sekitar 5% dari per 100 gram berat tembakau. Sebatang rokok biasanya mengandung 8-20 mg Nikotin, walaupun tentu saja, sangat bergantung pada merk rokok tersebut. Jika anda perokok, ketahuilah, tubuh kita menyerap 1mg Nikotin untuk satu batang rokok yang dihisap.
    • Nikotin di Dalam Tubuh Manusia.
    Layaknya zat additive lainnya, ada beberapa cara bagi Nikotin untuk terserap dalam tubuh manusia. , yaitu melalui:
    1. Kulit
    2. Paru-paru
    3. Mucous membranes (maaf, saya tidak tau bahasa indonesianya, tapi contoh mucous membran misalnya pada bagian dalam mulut, atau lapisan dalam hidung kita)
    Setelah terserap melalui salah satu cara diatas, Nikotin akan masuk ke dalam system peredaran darah menuju ke otak dan diedarkan ke seluruh system tubuh. Merokok, atau proses inhalasi, adalah cara yang paling umum dan tercepat bagi Nikotin untuk terserap dalam darah. Paru-paru kita mengandung banyak alveolus. Alveolus adalah semacam kantung kecil, tempat terjadinya pertukaran antara udara kotor dan bersih yang kita hisap. Setelah berada dalam system peredaran darah, Nikotin dengan cepat akan sampai ke otak, dan bereaksi dengan sel-sel otak sehingga terciptalah perasaan nyaman tersebut. Dibutuhkan 5-15 detik setelah setelah hisapan pertama bagi Nikotin untuk bereaksi dalam tubuh (otak) kita. Dalam satu kali merokok, kira-kira 0,031 mg Nikotin yang akan tertinggal dalam tubuh manusia.
    • Bagaimana tubuh memproses Nikotin?
    1. Di dalam organ hati, enzyme yang disebut CYP2A6 akan mencerna sekitar 80% nikotin akan menjadi Kotinin.
    2. Proses metabolisme Nikotin terjadi juga di dalam paru-paru. Disini, Nikotin akan diubah menjadi Kotinin dan Nikotin oksida.
    3. Kotinin dapat dikeluarkan melalui urin. Itulah mengapa, urin seorang perokok akan menimbulkan bau yang sangat tajam. Kotinin memiliki waktu paruh 24 jam. Artinya, 24 jam setelah merokok, zat kotinin dalam tubuh akan tersisa setengahnya.
    Nikotin yang tersisa dalam darah, juga akan disaring di dalam ginjal dan akan dikeluarkan melalui urin.
    Tingkat metabolisme Nikotin dalam tubuh tiap individu dapat berbeda satu sama lain. Seseorang yang memiliki kelainan pada enzyme CYP2A6, akan membuat organ hati menjadi kurang efektif dalam mencerna Nikotin. Akibatnya, kadar Nikotin dalam darah masih berada pada level yang tinggi. Perokok dengan kelainan fungsi enzyme ini, biasanya merokok lebih sedikit namun merasakan efek Nikotin yang lebih besar dari perokok lain pada umumnya.
    • Efek dari Nikotin.
    Nikotin sangat mempengaruhi dan dapat mengubah fungsi otak dan tubuh kita. Nikotin membuat si perokok merasa relaks dan kemuadian merasa lebih energik dan bersemangat, atau sebaliknya. Efek ini umum dikenal sebagai biphase effect. Sialnya, semakin sering seseorang merokok, akan semakin merasa ketagihan dan bertambah pula dosis yang akan kita gunakan. Saat seseorang menghisap sebatang rokok, nikotin akan diserap dalam tubuh (darah), diringi dengan pelepasan Adrenalin dan pemblokade-an hormone insulin. Adrenalin lebih dikenal sebagai hormon “Fight or Flight”. Jika anda mencintai film horror, atau sangat suka dengan roller-coaster, pasti sangat familiar sekali dengan efek Adrenalin ini, yang juga akan anda alami saat merokok:
    1. Detak jantung yang sangat cepat
    2. Meningkatnya tekanan darah
    3. Tarikan nafas yang berat dan cepat
    Saat adrenalin dilepas tubuh kita pun akan melepaskan cadangan glukosa ke dalam darah. Kemudian, insulin akan memerintahkan sel tubuh untuk menyerap kelebihan glukosa dalam darah. Efek ini sering disebut sebagai hyperglycaemic, yaitu tingginya kadar gula dalam darah. Inilah alasan kenapa saat merokok, seseorang tidak merasa lapar dan akan tahan untuk tidak makan selama berjam-jam. Lebih banyak dijumpai perokok yang berbadan kurus dibandingkan perokok yang kelebihan berat badan. Dalam jangka panjang, Nikotin dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, mengakibatkan si perokok, walaupun sudah lama berhenti merokok, sangat rentan terhadap serangan jantung dan stroke. Ini sebagai akibat dari rusaknya pembuluh arteri dalam darah, yang salah satu fungsinya, mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Di dalam otak, sebagai respon terhadap Nikotin, otak akan memerintahkan tubuh untuk membuat zat endorphin lebih banyak lagi. Endorphin adalah senyawa protein yang lebih tepat disebut sebagai body’s natural pain killer. Struktur kimia Endorphin tidaklah jauh berbeda dengan painkiller kelas atas seperti morphine. Endorhpin dapat membuat seseorang merasa relaks dan euphoria. Terkadang, merokok (endorphin) dapat menstimulus sex anda.
    • Ketagihan dan Berhenti Merokok
    Para peneliti sepakat bahwa Nikotin adalah salah satu zat addiktif yang berbahaya. Zat ini memenuhi dua efek sekaligus:
    1. Psykologis – Seseorang perokok, karena ketagihan, tetap akan merokok dan merokok, walaupun sangat tahu akan bahaya merokok bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
    2. Fisiologis – Para ahli syaraf menyatakan, karena merokok men-stimulus system syaraf sehingga si perokok merasa nyaman dan relax, maka si perokok akan mengulanginya lagi dan lagi demi mendapatkan perasaan nyaman tersebut
    Sialnya, efek Nikotin berbanding lurus dengan dosis yang digunakan. Setelah beberapa lama merokok, seseorang akan melewati batas toleran, artinya, jika sebelumnya butuh 1 batang rokok perhari untuk merasa nyaman, maka, setelah merokok selama satu bulan, ia akan membutuhkan 2 batang rokok per hari untuk merasakan kembali perasaan nyaman tersebut dan bertambah di bulan berikutnya. Lantas, apa yang terjadi, saat seorang perokok tiba-tiba berhenti merokok seketika? Saat mengkonsumsi Nikotin, fungsi otak dan tubuh akan berubah, beradaptasi sebagai kompensasi atas adanya efek yang ditimbulkan oleh Nikotin. Sebagai contoh, otak akan beradaptasi, memperbanyak atau mengurangi jumlah sel syaraf reseptor akibat dari adanya Nikotin. Saat berhenti merokok, efek fisiologis ini tetap tertinggal dalam otak. Akibatnya, tubuh (otak) bereaksi dan tidak bisa berfungsi dengan baik selayaknya ketika Nikotin masih berada dalam tubuh. Umumnya, seseorang yang mencoba berhenti mengkonsumsi Nikotin, akan mengalami gejala berikut:
    1. Irritabilitas, biasanya menjadi lebih sensitif dan mudah marah
    2. Gampang cemas dan merasa depresi
    3. Dan tentu saja, kebutuhan yang amat-amat sangat terhadap Nikotin
    Dalam beberapa bulan pertama sejak berhenti mengkonsumsi Nikotin (baca: merokok), gejala dan efek fisiologis akan berkurang sedikit demi sedikit. Namun, bagi seorang perokok, satu hari tanpa rokok, ibarat tertusuk jarum neraka. Itulah mengapa, hanya kurang dari 3% yang berhasil untuk benar-benar tidak merokok lagi.
    • Farmakodinamik,
    Nicotine beraktifitas pada nicotinic acetylcholine reseptor khususnya pada ganglion type nicotinic reseptor dan pada CNS type nicotinic reseptor Pada konsentrasi yang kecil nikotin meningkatkan aktivitas efek dari reseptor-reseptor tersebut.
    • Pada Kelenjar Adrenal,
    Berikatan pada ganglion type nicotinic reseptor adrenal medulla nicotine meningkatkan pengeuaran adrenalin (epinephrine), penstimuli hormon. Dengan menempel pada reseptor tersebut sel akan mengalami depolarisasi dan Ca+ masuk melalui canal Ca+. Calcium mencetuskan pengeluaran epineprin (dan norepinephrine) ke dalam aliran darah. Pengeluaran adrenalin akan meningkatkan kerja jantung, aliran darah, dan pernafasan, serta meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Pada dosis yang tinggi nikotin menghambat nicotinic acetylcholine receptor, hanya sebagai toxicity dan efektif untuk insektisida.
    • Pada CNS,
    Dengan berikatan dengan CNS type nicotinic reseptor, nicotine meningkatkan kadar dopamine di otak. Akan meningkatkan rasa nyaman. Saya dan teman penah mengadakan percobaan efek nikotin terhadap hewan coba (mencit putih), kami menggunakan beberapa batang rokok untuk mendapatkan sari nikotin, percobaan dilakukan dengan cara pemberan oral dan inhalasi dengan mengkondisikan hewan coba di dalm ruangan yang diberi asap rokok. Data terlampir di bawah. Ini disebabkan bahwa efek nikotin sebagai penstimuli pengeluaran adrenalin pada medulla adrenal dan menstimuli pengeluaran dopamine pada otak. Nikotin menempel pada nicotinic acetylcholine reseptor sehingga menstimuli pengeluaran adrenalin (nore/epineprin) dengan mengaktifkan pembukaan canal Ca+ sehingga Ca bisa masuk yang berujung pada stimulasi depolarisasi, inilah awal dari pengeluaran adrenalin. Neurotransmitter tersebut kemudian menempel pada postganglion yang akan menibulkan efek adrenergic berupa meningkatkan adenilat siklase yang kemudian meningkatkan kerja jantung, aliran darah, dan pernafasan, serta meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Ini yang menyebabkan pada mencit menderita takikardi dan terengah-engah. Karena nikotin mudah masuk atau menembus sawar dara otak maka perangsangan pada saraf otak akan menstimulasi pengeluaran dopamine. Seperti pada neurotransmitter yang lainnya dopamine menempel pada reseptor dopaminergik dan adrenergic. Penempelan tersebut dapan meningkatkan kontraksi dari otot miokard dan dilatasi pembuluh darah. Kematian yang diderita oleh hewan coba menunjukan bahwa nikotin mempunyai efek toksik jika digunakan dosis tinggi. Karena pada tembakau dalam kehidupannya menggunakan nikotin sebagai insektisida yaitu menghindari gangguan-gangguan dari luar. Dari pembahasan tersebut tidak heran kalau manusia mengalami efek yang dirasakan berbeda setelah menkonsumsi tembakau, yaitu berupa efek dapat meningkatkan aktifitas, dan fit setelah menkonsumsinya, bahkan orang sering menggunakan rokok sebagai teman buang air besar, karena dapat menstimulasi otot usus dan rectum untuk membantu pengeluaran.
    Berikut ini adalah data yang kami peroleh.
    Cara oral
    Kelompok
    Jumlah rokok
    Kadar nikotin (gr/50 ml)
    Berat mencit (gr)
    Waktu timbul efek
    Efek yang terlihat
    Waktu mati
    1
    1
    2,0867
    20
    1,5 menit
    Kejang, takikardi
    3,5 menit
    2
    2
    4,3602
    19
    1 menit
    Takikardi, oleng , pusing
    3 menit
    Pemberian nikotin secara inhalasi
    Berat mencit (gr)
    Waktu timbul efek
    Efek yang terlihat
    Waktu mati
    27
    1.5 menit
    Sesak, takikardi
    kejang
    7, 35 menit
    30
    5 menit
    Mata berair
    Takikardi, kejang dan sesak
    10 menit
    Reactions:

    1 comments:

    terus kus lanjutkan.
    Sambil di ping jg donk blog n artikelnya biar gk cuma posting z, tp jg gampang d search oleh google.

    Posting Komentar

    Bagi yang mau komentar dipersilahkan..